Hidup di zaman apa pun terpenting adalah memiliki ilmu, pengalaman, kreativitas dan karakter yang kuat di dalam diri sehingga tidak mudah terombang ambing dalam gelombang kehidupan yang dahsyat. Para santri yang tinggal di lingkungan pesantren menjadi saksi bagaimana generasi muda bangsa Indonesia memperoleh banyak kemanfaatan dan kebermaknaan dalam hidup. Para santri akan memperoleh banyak pen…
Selama ini ada sebagian pihak yang secara keliru memandang metode belajar kitab kuning adalah metode yang ketinggalan zaman yang pasif dan tidak bisa untuk mengembangkan aspek kognitif santri secara maksimal. Namun dalam kenyataannya, banyak santri pesantren yang memiliki kiprah lebih luas baik itu di tingkat lokal, nasional maupun internasional. Buku ini menggali lebih dalam bagaimana tradisi …
Pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan asli Indonesia yang bertujuan menjadikan, membina, mendalami agama yatafaqquhu finddin, mencetak manusia seutuhnya kaffah dan membentuk kepribadian manusia yang memiliki sikap yang dapat memposisikan dirinya sebagai hamba Allah dan sebagai khalifah di bumi, mengajarkan nilai Islam dan mengamalkan Islam yang ramah dan berjiwa rahmatan lil alamin. …
Hakikat pendidikan sebagai proses humanisasi sering tidak terwujud karena adanya perbedaan antara konsep dengan pelaksanaan dalam lembaga pendidikan sehingga gagal mencapai misi sucinya mengangkat harkat dan martabat manusia. Tradisi pesantren yang mengedepankan indoktrinasi nilai dan kebenaran ilmiah dan bukan sebagai proses pembudayaan menjadikan santri terbelenggu dan kurang bisa berkembang …
Buku ini menghadirkan kajian mengenai pembentukan kelas menengah santri melalui proses awal modernisasi pesantren. Kiai sebagai figur sentral memiliki pengaruh cukup besar, baik dalam proses memodernisasikan pesantren, maupun implikasinya dalam pembentukan kelas menengah santri. Kiai membawa dampak positif pada internalisasi karakter khas kelas menengah santri, yakni bertindak berdasarkan rasio…
Pondok Pesantren Modern Islam Assalam yang terbilang cukup besar di Solo terbentuk dari sebuah cita-cita sederhana pendirinya, yaitu Pak Abdullah Marzuki dan istrinya, bunda Siti Aminah. Sebuah konsep pesantren yang ingin menghasilkan manusia cerdas sekaligus hati yang terliputi spiritual murni. Sehingga, santri-santrinya kelak akan mengabdi pada kehidupan berbekal akal dan budi yang jernih. Pe…