buku
Prasangka Keagamaan
Buku ini mengkaji fenomena prasangka terhadap kelompok agama lain dari perspektif psikologi sosial dan pendidikan agama. Berangkat dari penelitian akademik yang dilakukan di Kota Semarang, penulis menjelaskan bahwa prasangka keagamaan merupakan sikap negatif yang terbentuk melalui proses sosial, lingkungan pendidikan, pengalaman interaksi, serta karakteristik kepribadian individu. Buku ini menyoroti bagaimana stereotip, eksklusivisme, dan minimnya komunikasi antarumat beragama dapat memicu munculnya prasangka yang berpotensi mengganggu kerukunan sosial dalam masyarakat yang majemuk. Selain memaparkan faktor-faktor penyebab prasangka keagamaan, penulis juga menawarkan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan yang inklusif, dialog antaragama, dan pengembangan sikap toleransi sebagai upaya mengurangi prasangka. Penulis menunjukkan bahwa interaksi yang positif dengan kelompok agama lain serta pemahaman yang lebih terbuka terhadap keberagaman dapat membantu membangun hubungan sosial yang harmonis. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi kajian ilmiah tentang prasangka keagamaan, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pengembangan kehidupan beragama yang damai, pluralis, dan saling menghargai di Indonesia.
Tidak tersedia versi lain