buku
Laskar Pelangi
Buku ini mengisahkan perjuangan sepuluh anak dari keluarga sederhana di Desa Gantung, Belitung, dalam memperoleh pendidikan di SD Muhammadiyah yang hampir ditutup karena kekurangan murid. Tokoh utama seperti Ikal, Lintang, Mahar, dan teman-temannya menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi, fasilitas sekolah yang minim, serta kondisi kehidupan yang sulit. Namun, berkat semangat belajar yang tinggi dan bimbingan dua guru mereka, Bu Muslimah dan Pak Harfan, anak-anak tersebut tetap optimis mengejar cita-cita. Novel ini terinspirasi dari pengalaman masa kecil penulis sendiri dan pertama kali diterbitkan pada tahun 2005. Selain menggambarkan perjuangan pendidikan, Laskar Pelangi juga menyampaikan nilai persahabatan, kerja keras, keberanian bermimpi, dan pentingnya pendidikan bagi kehidupan masyarakat kecil. Penulis menghadirkan kisah dengan gaya bahasa yang sederhana namun menyentuh, disertai humor dan kritik sosial terhadap ketimpangan pendidikan di daerah kaya sumber daya tetapi miskin akses pendidikan. Novel ini mendapat sambutan luas, diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan diadaptasi menjadi film yang sukses di Indonesia. Banyak pembaca menilai karya ini inspiratif karena mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Tidak tersedia versi lain