buku
Kritik atas Penafsiran Al-Quran Feminis Muslim: Meninjau Ulang Keadilan Gender Al-Quran menurut Feminis Muslim
Mengapa keadilan gender al-Quran versi feminis muslim perlu ditinjau ulang? Buku ini menjawab, karena gerakan mereka mengalami pergeseran orientasi dari feminis sebagai gerakan sosial dan pemikiran ke feminis sebagai ideologi. Pergeseran ideologi tersebut sangat berbahaya. Ketika gerakan pemikiran sudah menjadi ideologi, maka secara epistemologis gerakan itu dianggap sudah final dan tertutup dari kehadiran yang lain. Sehingga mereka yang berbeda pendapat dituduh sebagai anti gender. Implikasi lain dari pergeseran orientasi itu adalah ketika mereka menafsiri al-Quran, Jika selama ini para pemikir muslim klasik mengkaji persoalan laki-laki dan perempuan serta relasi keduanya sebatas sebagai contoh sampingan dari kajian utamanya yang hendak menyingkap pesan Tuhan di dalam al-Quran dan Hadis, sebaliknya para feminis muslim yang sudah berposisi menjadi ideolog itu justru menjadikan al-Quran dan Hadis sebagai sampingan belaka dari kajian utamanya, yakni ideologi gender. Model kajian kedua ini tentu saja menjadikan al-Quran dan Hadis sebagai justifikasi bagi ideologinya, bukan menyingkap pesan Tuhan di dalamnya.
Tidak tersedia versi lain